Powered By Blogger

Minggu, 25 November 2018

DEFINISI ASET

Pengertian Aset adalah semua sumber ekonomi atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas yang diharapkan dapat memberikan manfaat usaha di masa depan. Di dalam ilmu akuntansi aset atau aktiva dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit.
sumber ekonomi dapat dikelompokkan ke dalam :

Manusia          (Men)
Uang               (Money)
Material           (Materials)
Metode            (Methods)

MenManusia di sini tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja di perusahaan namun juga berperan sebagai konsumen dari produk perusahaan. Pada masa sekarang harus diusahakan agar tenaga kerja ini betul-betul menjadi teman atau pasangan bagi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan, sebab meskipun sudah banyak digunakan mesin-mesin tetapi faktor manusia masih tetap berperan di dalamnya. Perusahaan perlu memperhatikan bagaimana cara mengelola tenaga kerja dengan sebaik-baiknya.

Money Uang atau modal usaha yaitu sejumlah uang atau barang yang dibeli dengan uang tersebut untuk membuat produk yang lain. Barang modal di sini adalah: mesin, peralatan pabrik, alat-alat transportasi, dan lain-lain. Untuk itu perusahaan harus mengusahakan bagaimana keuangan perusahaan dapat dikelola dengan cermat. 

Materials Material ini sangat berpengaruh sekali terhadap pross produksi, sebab merupakan faktor pendukung utama dalam proses produksi. Termasuk di sini adalah bahan baku, bahan pembantu, tanah untuk proses produksi serta bahan lain sebagai penunjang proses produksi. 

Metode Metode yaitu merupakan suatu pelaksanaan kerja produktif misalkan pengambilan keputusan, pemberian ide atau inisiatif dan pemikiran yang kesemuanya itu ditujukan agar pengelolaan sumber-sumber ekonomi dapat berjalan lancar. Singkatnya, di dalam metode ini ialah pelaksanaan manajemen dalam perusahaan atau pengelolaan perusahaan. Bagaimana agar dengan sumber-sumber ekonomi yang adanya serba terbatas itu dapat diwujudkan barang/jasa yang dapat memuaskan konsumen serta sekaligus dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Pada masa sekarang ini pemuasan kebutuhan masyarakat (konsumen) akan dapat tercapai apabila didukung oleh sistem pelayanan yang baik dari pihak perusahaan.

Di dalam perusahaan, sumber-sumber ekonomi tersebut diproses agar menjadi barang/jasa yang akan ditujukan untuk memuaskan kebutuhan konsumen sekaligus dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, diterapkan prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan tertentu diharapkan dapat diperoleh hasil atau keuntungan maksimum.

Memang pada tahap awal berdirinya suatu perusahaan selalu diperkukan tersedianya faktor-faktor produksi, juga diperlukan adanya jiwa wirausaha yang tangguh dari pada pengelolanya. Dapat dikatakan bahwa, wirausahawan adalah seorang yang memiliki kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan pantas untuk diteladani karena atas kemampuan sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan keberanian dan kebaikan.

Sedangkan kewirausahaan adalah suatu profesi yang timbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat digali dari rangkaian kerja yang diberikan dalam praktek. Oleh karena itu, seorang wirusahawan melakukan kegiatan mengorganisasikan berbagai faktor produksi sehingga menjadi suatu kegiatan ekonomi yang menghasilkan laba yang merupakan balas jasa atas kesediaannya memikul resiko.

Definisi Aset juga dijelaskan oleh para ahli, baik melalui pendapat, teori-teori, asumsi, dan juga melalui undang-undang. Berikut ini adalah pengertian aset menurut para ahli:

- Menurut Hidayat pengertian aset adalah barang atau benda yang bergerak dan juga tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible)maupun yang tidak berwujud (intangible), dimana keseluruhan hal tersebut mencakup aset atau harta aset dari suatu organisasi, instansi, badan usaha, ataupun perorangan.
Menurut Munawir pengertian aset adalah sarana atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomis yang mampu menunjang perusahaan dalam harga perolehnnya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.
Menurut Siregar pengertian aset adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang memiliki nilai guna atau ekonomi (economic value), nila komersial (commercial value) atau nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh suatu badan usaha, instansi atau perorangan.
Menurut IAI pengertian aset adalah sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan sebagai akibat dari kejadian yang terjadi pada masa lalu dan mendatangkan manfaat ekonomis di masa depan bagi perusahaan.
Menurut PSAK No. 16 revisi tahun 2011 pengertian aset adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan, baik berwujud maupun tidak berwujud yang berharga atau bernilai yang akan mendatangkan manfaat bagi seseorang atau perusahaan tersebut.
Menurut IASC pengertian aset adalah suatu sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan sebagai hasil kejadian masa lalu dimana diharapkan perusahaan akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan.
Menurut IFRS definisi aset adalah suatu sumber yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu (misalnya menciptakan sendiri atau membeli) dan dari manfaat ekonomis masa depan (arus kas masuk dan aset lain) yang diharapkan.
Menurut FASB pengertian aset dalam kerangka konseptualnya (SFAC No. 6, prg. 25) adalah sebagai manfaat ekonomik masa depan yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasai/ dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

Jenis-Jenis Aset

Seperti yang disebutkan sebelumnya, aset merupakan hak yang bisa dipakai dalam operasional perusahaan. Beberapa benda yang dianggap sebagai aset diantaranya; gedung/ bangunan, mobil, merk dagang, hak paten teknologi, uang kas, dan benda/ barang berharga lainnya.

1. Aset Lancar (Current Asset)

Pengertian aset lancar adalah aset yang diharapkan dapat terealisasi dan memberikan manfaat dalam jangka pendek, yaitu sekitar satu tahun. Aset lancar ini berupa investasi jangka pendek, kas, piutang, persediaan, biaya yang harus dibayar, dan penghasilan yang masih diterima.

2. Aset Tetap (Fixed Asset)

Pengertian aset tetap adalah aset yang memiliki wujud dan siap untuk digunakan/ difungsikan dalam operasional perusahaan. Aset tetap tidak dimaksudkan untuk dijual, dan memiliki manfaat yang lebih dari satu tahun. Beberapa aset tetap meliputi; gedung, tanah, investasi jangka panjang.

3. Aset Tak Berwujud (Intangible Asset)

Pengertian aset tidak berwujud adalah aset tetap yang tidak memiliki wujud dan memiliki manfaat dengan memberikan hak ekonomi dan hukum kepada pemiliknya. Beberapa aset tidak berwujud ini diantaranya; merk dagang, waralaba, hak cipta, goodwill, hak paten.

4. Aset Lain

Aset lain ini adalah gambaran berbagai pos yang tidak dapat secara layak digolongkan ke dalam aset lancar, aset tetap, dan aset tidak berwujud.

Siklus Hidup Aset

Hindrawan dkk mengatakan bahwa siklus hidup dari aset atau kelompok aset terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan. Berikut penjelasan singkat mengenai fase siklus hidup aset tersebut:
  1. Fase Perencanaan, yaitu tahapan dimana perusahaan mengidentifikasi kebutuhan akan adanya permintaan atas aset.
  2. Fase Pengadaan, yaitu tahapan ketika aset dibangun atau dibuat, bahkan dibeli. Pengadaan aset ini tergantung kebutuhan dan sesuai perencanaan.
  3. Fase Operasi dan Pemeliharaan, yaitu tahapan ketika aset digunakan/ dimanfaatkan untuk tujuan yang ditetapkan. Pada fase ini biasanya juga terdapat aktivitas pembaruan, perbaikan, dan pergantian yang dilakukan secara berkesinambungan atas aset.
  4. Fase Penghapusan, yaitu tahapan dimana umur ekonomis suatu aset telah habis atau ketika kebutuhan akan aset tersebut telah hilang.

Perencanaan Aset

Masih menurut Hindrawan dkk, perencanaan aset yang baik seharusnya terdiri dari beberapa hal berikut ini:
  • Mengidentifikasi adanya permintaan akan aset, dan membeli aset yang diperlukan
  • Perencaan pengadaan aset sebaiknya menegaskan mengenai jenis dan waktu kebutuhan aset, serta menjelaskan cara pengadaan aset
  • Memaksimalkan pemakaian aset yang telah ada dengan begitu pengadaan aset baru tidak perlu dilakukan
  • Melakukan evaluasi terhadap aset yang dimiliki, apakah memiliki performa yang baik atau justru membutuhkan biaya tinggi dalam operasionalnya
  • Membuat skala prioritas dalam pengadaan dan atau penambahan aset
  • Membuat berbagai pertimbangan solusi non-aset untuk mengurangi kebutuhan akan aset

Penggunaan Aset

Ketika membaca neraca, manajemen perusahaan harus mencermati nilai aset dengan rinci karena hal ini menjadi dasar dalam mengukur prestasi keuangan perusahaan. Ukuran prestasi keuangan ini nantinya akan menjadi dasar keputusan manajemen apakah akan mempertahankan atau meningkatkan aset.

1. Efisiensi Pemakaian Aset

Rasio penjualan/ total aset merupakan salah satu ukuran dalam menilai aset. Asumsinya, penggunaan aset dianggap efisien jika perusahaan dapat mewujudkan penjualan yang semakin besar.
Angka penjualan tersebut dilihat dari laporan laba-rugi perusahaan, sedangkan angka total aset dilihat dari neraca. Ini dapat dilihat dari rasio tahun terakhir dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.

2. Optimalisasi Keuntungan

Angka laba harta atau laba investasi juga bisa menjadi ukuran dalam menilai keuntungan atau profitabilitas. Angka ini berasal dari perbandingan angka keuntungan (dari laporan laba-rugi) dan total harta/ total aset, dimana nilainya sama dengan total investasi.
Dengan asumsi manajemen merupakan pihak yang bertanggungjawab atas pemanfaatan dan pemeliharaan seluruh harta yang dipakai perusahaan, maka manajemen bertanggungjawab dalam upaya peningkatan keuntungan yang dihasilkan dari total harta.
Sumber :
https://www.maxmanroe.com
http://www.artikelsiana.com

Tidak ada komentar:

Pengikut