Powered By Blogger

Rabu, 14 November 2018

ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMITE AUDIT, DAN LEVERAGE TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN


Iqbal Rijalul Fikri
Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi
Unswagati
2015


Abstract

The financial report is an information describing the financial condition of a company, and more information can be used as a description of the company's financial performance. Company which is have small scale to large a lot of present financial information with low integrity, how that information served refraction and not appropriate for some of the users financial reports. The aim ofthis study was to determine the level integrity inserve the financial report along with the factors that influence that institutional ownership, the audit committee and leverage. This research used basic research. Research method that used is inferential statistic. This research used secondary data that is manufacturing company financial report and the financial sector 

period 2010-2013 gained from the official website  www.idx.co.id and  be analyzed with multiple
linear  regression  analysis  using  SPSS  version  21.  The  result  of  the  research  shows  that
Institutional ownership does not affect the integrity of the financial reports. The next research results indicatethe audit committee and the leverage effect on the integrity of financial reports. If the partial institutional ownership does not affect the integrity of the financial reports. The audit committee and the leverage effect on the integrity offinancial reports.


Keywords:  Ownership  institutionally,  the  Audit  Committee,  Leverage,  Integrity  Financial
Report.




I. PENDAHULUAN


Laporan keuangan sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaan pada setiap periode tertentu. Tujuan dari laporan keuangan menyediakan
informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan  apa  yang  dilakukan manajemen, atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pencapaian kualitas laporan keuangan akan meningkatkan tingkat keandalan laporan keuangan. Menurut PSAK No.  1  revisi  2009 Keandalan adalah informasi yang bermanfaat dengan kualitas yang andal serta bebas dari pengertian   yan menyesatkan. Keandalainformasi yang relevan dalam laporan keuangan jika penyajiannya tidak dapat diandalkan  maka  penggunaan  informasi secara potensial dapat menyesatkan. Perusahaan-perusahaan berskala kecil hingga besabanyak  menyajikan  informasi keuangan dengan integritas yang rendah, dimana informasi  disajikan bias   dan  tidak sesuai bagi beberapa pihak pengguna laporan keuangan (Wulandari dkk, 2013). Fenomena kasus yang dilakukan oleh tiga perusahaan kelompok usaha bakrie, yakni PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantations  Tbk  (UNSP),  dan  PT  Energi Mega Persada (ENRG), terkait adanya dana selisih yang cukup besar dalam penempatan investasi tiga emiten tersebut di PT Bank Capital Tbk (BACA). Kecurigaan atas manipulasi informasi itu muncul lantaran berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2010 BNBR tercatat menyimpan dana investasi di BACA,  UNSP,  dan ENRG  dan  beberapa anak usaha lainnya dengan total mencapai Rp 9,05 triliun. Dengan adanya masalah tersebut maka penulis akan meneliti tentang Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional, Komite Audit, Dan Leverage Terhadap Integritas Laporan Keuangan.

Menurut Hardiningsing (2010) kepemilikan institusional memiliki kemampuan untuk mengurangi intensif para manajer yang mementingkan diri sendiri melalui tingkat pengawasan yang intensif. Komite audit berfungsi untuk memberikan pandangan mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan kebijakan keuangan, akuntansi dan pengendalian intern. Menurut (Fahmi, 2014) Rasio leverage adalah mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggakan  membahayakan  perusahaan karena  perusahaaakan  masuk  dalam kategori utang ekstrim yaitu perusahaan terjebak dalam tingkat utang yang tinggi damenyeimbangkan  berapa  utang  yang  layak diambil dan dari mana sumber-sumber yang dapat    dipakai    untuk    membayar    utang. Integritas    laporan    keuangan    merupakan lapora keuanga yan berdasarka atas kepercayaan  dan  diukur  dalam  bentuk  apa yang benar  dan  adil  merupakan  laporan keuangan yang dapat dipercaya oleh publik dan menunjukkan informasi  yang jujur dan benar tidak disajikan secara bias. Tujuannya agar menyediakan informasi yang berkaitan dengan    posisi    keuangan,    kinerja,    serta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi    sejumlah    besar    pemakai    laporan. 

II. KAJIAPUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRADAN HIPOTESIS

Menurut Zarkasyi (2008) tata kelola perusahaan yang baik merupakan struktur yang oleh stakeholder, pemegang saham, komisaris dan manajer menyusun tujuan perusahaan dan sarana untuk mencapai tujuan keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Penelitian  yang  dilakukan  Gayatri dan  Saputra  (2013)  membuktikan kepemilikan institusional dan komite audit. Komite audit tersebut setelah diteliti memiliki pengaruh  signifikan terhadap  integritas laporan keuangan. Hasil pengujian hipotesis untuk leverage menunjukkan hasil statistik signifikan. Hanya kepemilikan institusional yang tidak signifikan terhadap integritas laporakeuangan.  Penelitian  yang dilakukkan Wulandari dan Budiartha (2014) menunjukkan bahwa variabel kepemilikan intitusional berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap    integritas laporan keuangan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penelitian terdahulu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian kembali dengan judul “Analisis Pengaruh Kepemilikan  Institusional,  Komite Audit, dan Leverage terhadap Integritas Laporan Keuangan”.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana  pengaruh  kepemilikan intitusional terhadap integritas laporan keuangan.

2. Bagaimana pengaruh komite audit terhadap integritas laporan keuangan.

3. Bagaimana   pengaruh     leverage terhadap integritas laporan keuangan.

tersebut dan mengawasi kinerja. Mekanisme Corporate Governance ditujukkan untuk mengatasi masalah keagenan yang pada akhirnya akan membatasi kecenderungan manajemen untuk berprilaku curang  atau tidak semestinya. Hal ini tidak terlepas pula dari kepemilikan institusional yang dapat menjadi pengawas laporan keuangan secara implinsit sehingga akan dapat menghasilkaintegritas    laporan    keuangan    yang    baik (Wahyudi, dkk, 2014).

Berdasarkan  pendapat  para  ahli  di atas dapat disimpulkan bahwa tata kelola perusahaan merupakan suatu sistem yang mempengaruhi  kinerja  organisasi  dalam suatu perusahaan untuk mencapai kinerja perusahaan seoptimal mungkin. Kepemilikan institusional memiliki peran dalam hal mengawasi laporan keuangan sehingga akan dapat mengurangi tindakan kecurangan manipulasi angka-angka akuntansi. Adapun beberapa bagian yang termasuk kedalam tata kelola perusahaan seperti kepemilikan institusional dan komite audit beserta tambahan rasio leverage.

Kepemilikan Institusional

Kepemilikan institusional memiliki pengaruh keberadaan pemegang saham isntitusional terhadap kinerja manajemen, terkait dengan pelaporan keuangan. Saputra, dkk (2014) menyatakan bahwa kepemilikan Institusional menunjukkan pengaruh keberadaan pemegang saham institusional terhadap kinerja manajemen, terkait dengan pelaporan keuangan perusahaan”.

Menurut (Efrianti, 2012) menyatakan bahwa:

Kepemilikan intitusional memiliki kemampuan untuk mengendalikan  pihak manajemen melalui proses monitoring secara efektif sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Persentase saham tentu yang dimiliki oleh institusi dapat mempengaruhi proses penyusunan laporan keuangan yang merupakan salah satu alat ukur kinerja perusahaan“.

Berdasarkapendapat  para  ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Kepemilikan institusional dapat mengendalikan pihak manajemen dalam hal mengawasi pelaporan keuangan perusahaan. Dengan pengawasan melalui   proses   monitoring tersebut dapamengurangi  terjadinya  kecurandalam proses  penyusunan  laporan  keuangan sehingga dapat menghasilkan integritas laporan keuangan yang baik.

Komite Audit

Perusahaan-perusahaan yang go public telah  membentuk  komite audit  yang anggotanya seluruh atau terutama terdiri dari pihak luar perusahaan. Pembentukan komite audit ditujukan untuk memperkuat idepedensi auditor   yang   oleh   masyaraka dipercaya untuk  menilai  kewajaran pertanggungjawaban  keuangan  yang dilakukan oleh manajemen.

Menurut Zarkasy (2008) mengungkapkan  bahwa  komite  audit adalah suatu komite yang berpandangan tentang masalah akuntansi, laporan keuangan dan penjelasannya, sistem pengawasan internal serta auditor independen”.

Tujuan Komite Audit

Menurut Kepmen Nomer 117 Tahun 2002, tujuan dibentuknya Komite Audit membantu Komisaris atau Dewan Pengawas dalam memastikan efektivitas sistem pengendalian internal dan efektivitas pelaksanaan tugas auditor eksternal dan auditor internal. Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam) dalam surat edarannya (2003) mengatakan bahwa tujuan Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris untuk:

1. Meningkatkan kualitas laporan keuangan,

2. Menciptakan iklim disiplin dan pengendalian yang dapat mengurangi kesempatan terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan,

3. Meningkatkan  efektivitas  fungsi  audit internal maupun eksternal audit, mengidentifikasi hal-hal yanmemerlukaperhatian DewaKomisaris.

komite audit merupakan lembaga yang dibentuk oleh dewan direksi untuk mengaudit laporan keuangan dan untuk memastikan  laporan  keuangan  yang dihasilkan tidak menyesatkan dalam arti tidak memiliki unsur manipulasi data. Maka sedikit banyak keberadaan dan efektivitas komite audit  dalam  perusahaan  berpengaruh terhadap kualitas dan integritas laporan keuangan yang dihasilkan.

Leverage

Rasio ini dapat melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh utang atau   pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal. Perusahaan- perusahaan yang baik mestinya memiliki komposisi  modal  yang  lebih     besar  dari utang.

Menurut Fahmi (2014) mendefinisikan sebagai berikut:

“Rasio Leverage adalah mengukur seberapa  besar  perusahaan  dibiayai dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan berdampak membahayakan bagi perusahaan karena perusahaan akan masuk kategori utang ekstrim”.

Menurut Kasmir (2014) “Rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh manaaktiva perusahaan dibiayai dengan utang”.

Berdasarkan menurut pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa rasio leverage mengukur besarnya jumlah uang yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan  usahannya jika di bandingkan dengan menggunakan modal sendiri. Pembiayaan dengan utang mempunyai pengaruh bagi perusahaan karena utang mempunyai    beban    yang    bersifat    tetap.
Kegagalan perusahaan dalam membayar bunga  atas  utandapat  menyebabkan kesulitan keuangan yang berakhir dengan kebangkrutan perusahaan. Penggunaan utang juga memberikan subsidi pajak atas bunga yandapat  menguntungkan  pemegang saham. Karena penggunaan utang harus seimbang antara keuntungan dan kerugian.

Integritas laporan keuangan

Integritas laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang secara formal wajib dipublikasikan sebagai sarana  pertanggung  jawaban  pihak manajemen   terhada pengelolaan   sumber daya pemilik. Informasi akuntansi yang memiliki integritas yang tinggi akan dapat di andalkan karena merupakan suatu penyajian yang  jujur  sehingga  memungkinkan pengguna informasi akuntansi bergantung pada informasi tersebut.

integritas laporan keuangan menunjukkan informasi yang jujur dan akurat serta bebas dari tindakan atau kegiatan yang dilakukan dan disengaja oleh pihak manajemen perusahaan dalam memanipulasi angka-angka akuntansi yang terdapat dalam laporan keuangan untuk menyesatkan bagi pemakai laporan keuangan dalam menilai perusahaannya.

Kerangka Pemikiran Dan Hipotesis

Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Integritas Laporan   Keuangan




Menurut (Cornet, et al 2006) dalam kemampuan untuk mengendalikan pihak manajemen melalui proses monitoring secara efektif sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Persentase saham tertentu yang dimiliki oleh intitusi dapat mempengaruhi proses penyusunan laporan keuangan yang merupakan salah satu alat ukur kinerja perusahaan. Berdasarkan teori dan penelitiaterdahulu, maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

H1: Kepemilikan Intitusional BerpengaruhTerhadap Integritas Laporan Keuangan.

Pengaruh Komite Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Menurut Hardiningsih (2010) mengungkapkan bahwa sesuai dengan fungsi dan  tujuan  dibentuknya  komite audit,  yang salah satunya yaitu memastikan laporan keuangan yang dihasilkan tidak menyesatkan dan sesuai dengan praktik akuntansi yang berlaku umum, maka sedikit banyak keberadaan   dan   efektivitas   komite   audit dalam perusahaan berpengaruh terhadap kualitas dan integritas laporan keuangan yang dihasilkan. komite audit merupakan idepedensi auditor yang oleh masyarakat dipercaya untuk menilai kewajaran pertanggungjawaban laporan keuangan. Memastikan laporan keuangan yang disajikan tidak menyesatkan dan sesuai dengan praktik akuntansi yang berlaku umum. Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut.


H2: Komite Audit Berpengaruh Terhadap
Integritas Laporan Keuangan.

Pengaruh  Leverage  Terhadap  Integritas
Laporan Keuangan

Menurut Fahmi (2014) menyatakan bahwa Rasio Leverage adalah mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan berdampak membahayakan bagi perusahaan karena perusahaan akan masuk kategori  utanekstrem.  Karena  itu perusahaan harus menyeimbangkan berapa utang yang layak diambil dan dari mana sumber-sumber yang dapat dipakai untuk membayar utang.

Rasio leverage yang digunakan sebagai aktiva perusahaan yang dibiayai dengan utang. Pembiayaan dengan utang mempunyai pengaruh bagi perusahaan karena itu  perusahaan  harus  menyeimbangkan berapa  utang  yang  layak  diambil. Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

H3:    Leverage    Berpengaruh    Terhadap
Integritas           Laporan           Keuangan.




Kepemilikan Intitusional (X1)

Komite Audit
(X2)







Integritas laporan keuangan
(Y)





Leverage
(X3)



Paradigma Penelitian





III.    METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian dasar (Basic Research). Karena peneliti  ingin  mengetahui  faktor  integritas


laporan keuangan yang di pengaruhi oleh kepemilikan institusional, komite audit dan leverage.  Menurut  Sekaran  (2014) menyatakan bahwa penelitian dasar (Basic Research)        yaitu        penelitian        untuk


menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah tertentu yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan. Penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS 21 melalui analisis regresi. Analisis regresi digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih. Selain itu analisis regresi dilakukan untuk menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.

Operasionalisasi Variabel

1.Variabel Dependen

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah  Integritas  LaporaKeuangan. Integritas laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang secara formal wajib dipublikasikan sebagai sarana pertanggungjawaban pihak manajemen terhadap pengelolaan sumber daya pemilik. Informasi akuntansi yang memiliki integritas yang tinggakadapat  di  andalkan karena merupakan    suatu    penyajian    yang    jujur
2.Variabel Independen

Kepemilikan Institusional

Kepemilikan institusional dapat mengendalikan pihak manajemen dalam hal mengawasi pelaporan keuangan perusahaan. Dengan pengawasan melalui proses monitoring tersebut dapat mengurangi terjadinya  kecurang  dalam  proses penyusunan laporan keuangan sehingga dapat Komite Audit

Perusahaan-perusahaan yang go public telah  membentuk  komite audit  yang anggotanya seluruh atau terutama terdiri dari pihak luar perusahaan. Pembentukan komite audit ditujukan untuk memperkuat idepedensi auditor   yang   oleh   masyaraka dipercaya untuk menilai kewajaran


sehingga memungkinkan pengguna informasi akuntansi  bergantung  pada  informasi tersebut. Dalam penelitian ini integritas laporan keuangan diukur dengan menggunakan indeks coservatism yang dikemukakan Susiana dan Herawaty (2007).



it
 
C it = (RP res  + DEPRresit) NOAit

Sumber: Efrianti (2014)




C
=  Indeks Conservatism.

RP
=Jumlah        biaya
riset
dan

 
pengembanga yan ada   dalam laporan keuangan.
DEPR =Biaya    depresiasi    yang    terdapat dalam laporan keuangan.
NO =Net operating asset yang diukur dengan  rumusan  kewajiban keuangan bersih: (total hutang + total saham + total dividen) (kas +total investasi).




menghasilkan integritas laporan keuangan yang baik. Kepemilikan institusional diukur dengan menggunakan rumus dibawah ini:


KI= Jumlah Saham Milik Institusional  X 100% Total Saham Beredar
Sumber: Saputra dkk




pertanggungjawaban  keuangan  yang dilakukan oleh manajemen (Mulyadi, 2014). Rumus yang digunakan pada komite audit ini adalah:

Komite Audit = Jumlah komite audit dalam sebuah perusahaan setiap tahunnya.
Sumber: Saputra, dkk (2014)


Leverage

Leverage dalam arti luas besarnya jumlah uang yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan usahannya jika dibandingkan dengan menggunakan modal sendiri.  Pembiayaan  dengan  utang mempunyai pengaruh bagi perusahaan karena utang mempunyai beban yang bersifat tetap. Kegagalan perusahaan dalam membayar bunga  atas  utandapat  menyebabkan kesulitan  keuangan  yang  berakhir  dengan


kebangkrutan perusahaan. Penggunaan utang juga memberikan subsidi pajak atas bunga yandapat  menguntungkan  pemegang saham. Karena penggunaan utang harus seimbang antara keuntungan dan kerugian. Rumus dari leverage ini dapat di rumuskan dalam bentuk:


Total Liabilities
Total Assets

Sumber: Fahmi (2014)




Populasi dan sampel

Menurut Sekaran (2014) populasi adalah  keseluruhan  kelompok  orang, kejadian, atau yang ingin peneliti insvetigasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dan sektor keuangan yang listing pada periode 2010-2013. Jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010-2013 sebanyak
140   perusahaa manufaktur   da 78   dari sektor   keuangan.   Yang   menjadi   sampel dalam penelitian ini sebanyak 11 perusahaan. Adapun  kriteria  sampel  yang  akan digunakan, yaitu:


1. Perusahaa manufaktu da sektor keuangan yang konsisten terdaftar di BEI pada periode 2010-2013.

2. Perusahaayang menyajikan jumlah kepemilikan institusional.

3. Perusahaayang menyajikan jumlah komite audit.

4.   Perusahaan yang menyajikan biaya riset dan pengembangan.

5. Perusahaa yan mempublikasikkan laporan keuangan selama periode 2010-
2013.



IV.    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
KI KA LEV ILK Valid N
(listwise)
44
44
44
44
44
.35
3.00
.16
.00
30.00
10.00
.91
.21
1.7039
4.0000
.4793
.0495
4.53684
1.71179
.25352
.04640


Sumber: Data Skunder yang diolah, 2015

Hasil pengujian statistik deskriptif menunjukkan nilai minimum kepemilikan intitusional (KI) sebesar 0,35, nilai maximum sebesar 30,00. Nila mean (rata-rata) sebesar
1,7039, dengan nilai standar deviasi sebesar



4,53684. Artinya nilai standar deviasi lebih besa dari   mea (rata-rata (4,53684   >
1,7039).


Berdasarkan hasil statistik deskriptif menunjukkan nilai maximum Komite Audit (KA) sebesar 10,00, nilai minimum sebesar
3,00.  Komite  Audit  memiliki  nilai  mean (rata-rata)   sebesa 4,0000,   dengan   nilai standar deviasi sebesar 1,71179. Artinya nilai standar deviasi lebih kecil dari mean (rata- rata) (1,71179<4,0000).

Variabel leverage (LEV) memiliki nilai minimum sebesar 0,16, sedangkan nilai maximum leverage sebesar 0,91. Nilai mean (rata-rata)  sebesar  0,4793  dan  nilai  standar
Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas


deviasi sebesar 0,25352 artinya nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasi (0,4793<0,25352).

Variabel  integritas  laporan  keuangan memiliki nilai maximum sebesar 0,21, nilai minimum sebesar 0,00. Nilai standar deviasi sebesar 0,04640, dan nilai mean (rata-rata) sebesar 0,0495, nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasi. Artinya sampel yang dimiliki besarnya hampir sama antar masing- masing    sampel    perusahaan    (0,0495    >
0,04640).



Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N
Normal Parametersa,b        Mean
Std. Deviation

Most Extreme                 Absolute Differences                     Positive Negative
Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)
44
.0000000
.03029146
.149
.149
-.092
.988
.283
a. Test distribution is Normal.
Sumber: Data Skunder yang diolah, 2015



Berdasarkan tabel diatas hasil uji normalitas K-S sebesar 0,988, sedangkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,283 nilai tersebut   lebih   besa dari   0,05.   Artinya


variabel Kepemilikan Intitusional (KI), Komite Audit (KA), Leverage (LEV) dan Integritas Laporan Keuangan (ILK) tersebut terdistribusi Normal.


Uji Multikolonieritas




Hasil Uji Multikolonieritas
Coefficientsa


Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Collinearity
Statistics
B
Std. Error
Beta
Tolerance
VIF
(Constant)

1         KI KA
LEV
.138
.014

9.666
.000


.001
.001
.052
.475
.637
.887
1.127
-.008
.003
-.286
-2.667
.011
.929
1.077
-.122
.020
-.665
-6.110
.000
.900
1.111


a. Dependent Variable: ILK
Sumber: Data skunder yang diolah, 2015

Berdasarkan tabel variance inflation factor (VIF) Kepemilikan Initusional, Komite Audit dan Leverage sebesar 1,127, 1,077 dan
1,111. Untuk Tolerance Kepemilikan Institusional, Komite Audit dan Leverage sebesar 0,887, 0,929 dan 0,900. Jika nilai tolerance 0,1 dan nilai VIF ≤ 10 maka tidak Uji Autokorelasi





terjadi multikolinieritas. Dapat disimpulkan bahwa nilai variance inflation factor (VIF) kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari atau sama dengan 0,1. Artinya model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas antar variabel independen.



Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.758a
.574
.542
.03141
2.506


a. Predictors: (Constant), LEV, KA, KI
b. Dependent Variable: ILK Sumber: data yang diolah, 2015

Berdasarkan  hasil  uji  autokorelasi
Durbin-Watson, nilai Durbin-Watson sebesar
2,506, nilai dl sebesar 1,6647 dan du sebesar
1,3749. Karena nilai Durbin-Watson sebesar
2.506 lebih besar dari batas atas (du) 1,6647






dan kurang dari 4-du (4-1.3749) atau 2,6251. Jadi dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi sesuai dengan kondisi Du<d<4- du atau (1,6647<2,506<2,6251).


Uji Heteroskedatisitas




Hasil Uji Glejser
Coefficientsa


Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
(Constant)
KI
1
KA
LEV
.037
.010

3.828
.000
7.664E-005
.001
.016
.100
.921
-.001
.002
-.078
-.505
.616
-.027
.014
-.310
-1.973
.055


a. Dependent Variable: AbsUtRes_4
Sumber: data yang diolah, 2015

Berdasarkan hasil pengujian heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Glejser nilai signifikansi untuk Kepemilikan Institusional sebesar 0,921, nilai signifikansi untuk variabel Komite Audit sebesar 0,616,
Pengujian Hipotesis

Uji t





nila signifikasi   Leverage   sebesar   0,055. Dapat disimpulkan bahwa variabel independent tidak terjadi heteroskedastisitas karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05 (Sig > 0,05).



Hasil Uji Analisis Regresi
Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
(Constant)

KI
1
KA

LEV
.138
.014

9.666
.000
.001
.001
.052
.475
.637
-.008
.003
-.286
-2.667
.011
-.122
.020
-.665
-6.110
.000


a. Dependent Variable: ILK
Sumber: data yang diolah, 2015

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hasil sebagai berikut:

1. Hubungan    parsial    antara    kepemilikan institusional terhadap integritas laporan keuangan dapat dilihat pada nilai t yang memiliki nilai positif sebesar 0,475 yang berarti bahwa kepemilikan institusional bernilai  positif  terhadap  integritas  laporan





keuangan. Tingkat signifikansi kepemilikan institusional dapat dilihat pada tabel 4.9 yaitu
0,637, sehingga 0,637 > 0,05 artinya H1 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.

2. Hubunga parsia antara   komite   audit terhadap  integritas  laporan  keuangan  dapat


dilihat pada nilai t yang memiliki nilai negatif
-2,667 yang berarti bahwa variabel komite audit bernilai negatif terhadap integritas laporan keuangan. tingkat signifikansi komite audit dapat dilihat pada tabel 4.9 yaitu 0,011, sehingga 0,011 < 0,05  artinya H2  diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan komite audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.

Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan didalam penelitian ini menggunakan satu variabel dependen yaitu integritas laporan keuangan dan tiga variabel independen yaitu kepemilikan institusional, komite audit dan leverage. Untuk menguji signifikan  atau  tidaknyvariabel Kepemilikan Intitusional, Komite Audit dan Leverage terhadap Integritas Laporan Keuangan digunakan uji hipotesis yang dapat diintepretasikan.

Pengaruh      Kepemilikan      Institusional
Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Berdasarkahasil  pengujian hipotesis variabel independen kepemilikan intitusional terhadap integritas laporan keuangan. Menyatakan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas  laporakeuangan.  Dengan demikian   (H1 yan menyataka bahwa
kepemilikan      institusional      berpengaruh
terhadap     integritas     laporan     keuangan‖
ditolak.

Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wulandari dan Budiartha (2014yang menyatakan bahwa Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Integritas Laporan Keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan  meningkatnya  kepemilikan intitusional kurang berpengaruh dalam proses penyusunan laporan keuangan. Tindakan pengawasan perusahaan oleh pihak investor institusional kurang dapat mempengaruhi manajer      untuk      lebih      memfokuskan


3. Hubungan parsial antara leverage terhadap integritas   lapora keuanga dapa dilihat pada nilai t yang memiliki nilai negatif terhadap integritas laporan keuangan. tingkat signifikansi leverage dapat dilihat pada tabel
4.9   yaitu   0,000,   sehingg 0,000   <  0,05 artinya Hditerima. Dengan demikian dapat disimpulkan leverage berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.

perhatiannya terhadap kinerja perusahaan sehingga akan mengurangi perilaku mementingkan diri sendiri.

Pengaruh     Komite     Audit     Terhadap
Integritas Laporan Keuangan

Berdasarkan  hasil  pengujian hipotesis variabel komite audit terhadap integritas laporan keuangan. Menyatakan bahwa komite audit berpengaruh terhadap integritas  laporakeuangan.  Dengan demikian  (H2)  yang  menyatakan  komite audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan diterima.

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Gayatri dan Saputra (2014) komite audit memiliki pengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Komite Audit yang berfungsi dengan baik di dalam perusahaan tentunya akan memberikan dampak kepada lebih transparannya laporan keuangan yang disajikan dan hal ini dapat meningkatkan integritas laporan keuangan.

Pengaruh  Leverage  Terhadap  Integritas
Laporan Keuangan

Berdasarkahasil  pengujian hipotesis variabel leverage terhadap integritas laporan keuangan. Menyatakan bahwa leverage berpengaruh terhadap integritas laporan  keuangan.  Dengan  demikian  (H3) yang menyatakan leverage berpengaruh terhadap intergritas laporan keuangan‖ diterima.


Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Gayatri dan Suputra (2014) hasil pengujian hipotesis untuk leverage menunjukkan hasil statistik signifikan.   Ha ini   menunjukka tingkat
V. KESIMPULAN                      DAN IMPLIKASI

Implikasi Teori

1. Bagi Peneliti

Peneliti ini menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pentingnya integritas laporan  keuangan  di dalam suatu perusahaan dan mengetahui lembaga-lembaga yang mengawasi proses penyusunan laporan keuangan.

2. Bagi Akademisi

Hasil penelitian ini menunjukkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh  terhadap  integritas laporakeuangan.  Sehingga disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti kembali mengenai kepemilikan institusional dan menambahkan proksi kepemilikan manajerial   dan   ukuran   perusahaan yang diduga berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.

3. Bagi investor

BagInvestor dengan  memperhatikan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Maka dapat mengetahui aspek-aspek apa   saja   yang   perlu   di   perhatikan ketika akan berinvestasi.

5.2.2 Implikasi Praktis

1. Bagi Akademisi

Sebagai   akdemisi   dapat   menambah ilmu pengetahuan tentang integritas laporan keuangan pada perusahaan dan juga dapat dijadikan rujukan bagi peneliti selanjutnya yang tertarik membahas tema sejenis.


hutang yang tinggi dapat di ukur dengan menggunaka leverage   sehingga   dengan rasio ini dapat diketahui posisi perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan dilakuka secara   jujur   da tida bias.
2. Bagi perusahaan

Bagi perusahaan dapat meningkatkan tata   kelol perusahaa yang   baik dengan memaksimalkan kepemilikan institusional.

3. Bagi Investor

Dapat menganalisis tingkat integritas laporan keuangan yang dibuat perusahaan,  karena  setelah menganalisa tingkat integritas laporan keuang maka dapat mengambil keputusan dengan tepat.

Semua penelitian tidak ada yang sempurna, dengan demikian pasti terdapat keterbatasan yaitu keterbatasan waktu penelitian sehingga sedikitnya rentang waktu yang digunakan sebagai periode pengamatan yaitu dari tahun 2010 hingga 2013. Berdasarkan keterbatasan penelitian tersebut, maka peneliti memberikan saran yang dapat digunakan bagi pihak yang ingin melanjutkan penelitian ini antara lain:

1. Bagi  peneliti  selanjutnya,  diharapkan lebih   memahami      rumus      yang digunakan sehingga tidak terjadi kesulitan dalam melakukan tabulasi data dan lebih menamba periode penelitian yang digunakan agar hasil yang didapat lebih akurat.

2. Bagi peneliti selanjutnya, pengukuran terhadap variabel komite audit pada penelitian  selanjutnya  diharapkan dapat menambahkan biaya gaji komite audit.

3. Bagi  peneliti  selanjutnyaagar  dapat menambahkan variabel lainnya karena masih banyak faktor-faktor lain yang mampu menjelaskan variabel integritas


laporan keuangan sehingga perlu dikembangkan dalam review penelitian
Daftar Pustaka

Boediono, Gideon SB. 2005. Kualitas Laba: "Studi  Pengaruh  Mekanisme Corporate Governance dan Dampak Manajemen Laba Dengan Menggunakan Analisis Jalur". Simposium Nasional Akuntansi VIII,IAI.
Efrianti, Desi. 2012. Pengaruh Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen dan Komite Audit Terhadap Integritas Informasi Laporan Keuangan. Jurnal Ilmiah Ranggagading, Bogor.
Fahmi,    Irham.    2014.    Analisis    Laporan

Keuangan. Alfabeta, Bandung. Gayatri,  Suputra. 2013. Pengaruh Corporate
Governance, Ukuran Perusahaan Dan Leverage Terhadap Integritas Laporan keuangan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana:345-360.
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Hardiningsih, Pancawati. 2010. Pengaruh Idepedensi,   Corporate   Governance dan  Kualitas  Audit  Terhadap Integritas Laporan Keuangan. Jurnal, ISSN: 1979-4886.


selanjutnya.

Mayangsari. 2003. Analisis Pengaruh Idependensi, Kualitas Audit, Serta Mekanisme Corporate Governance Terhadap Integritas Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi VI, PP:1255-1273.
Mulyadi. 2014. Auditing Edisi Ke Enam Cetakan Pertama. Salemba Empat, Jakarta.
Sekaran, Uma. 2014. Research Methods For Business, Buku 1. Salemba Empat, Jakarta.
—. 2014. Research Methods For Business, Buku 2. Salemba Empat, Jakarta.
Susiana, Herawaty. 2007. Analisis Pengaruh Idependensi, Mekanisme Corporate Governance Dan Kualitas Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi X, Makasar.
Saputra Desmiawati da Yuneita.2014.

Pengaruh  Mekanisme  Good Corporate Governance, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Integritas Laporan Keuangan (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012). Pekanbaru: Faculty of Economics Riau University.


Zarkasyi, Wahyudin. 2008. Good Corporate

Governance. Alfabeta, Bandung.

www.idx.co
m.

Tidak ada komentar:

Pengikut